Cinta yang sesungguhnya adalah ketika saling merasakan getaran hati yang terdalam.. janganlah ada keraguan jika memang rasa itu meyakinkan hati.. sebab cinta itu ada disini.. DIHATI
kampoeng image
•Juli 25, 2010 • Tinggalkan sebuah KomentarEditing audio video, graphic design, foto graphi, company profile, marketing plan, konseptor.
melayani jasa tercantum diatas dengan job descriptions :
1. Video documenter visit pariwisata, food, baverage, restaurant. job standart
minimal & on air tv nasional & cable
2. Audio record : treck recorder, event promo, gaet, sound engineer
3. Graphic Design : design company book, printhing, megazine design, photo
design
4. Photo Graphi : Pra weeding, documenter
5. Company Profile : Company book, video profile,
6. Marketing plan : megazine & news paper design
7. Konseptor : All Job
Please send your riquest : terserah_gue99@yahoo.com
Jati Diri
•November 20, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
Apakah seseorang harus serba bisa dan serba mahir segalanya agar bisa sukses dalam kehidupan ? Apakah ketidakbisaan pada satu hal akan langsung menutup rapat semua pintu kesempatan ?
Dulu saya selalu tertekan jika tidak bisa sesuatu, namun sekarang perasaan itu bisa diakomodir tanpa ada rasa luka dihati.
Saat SD, saya selalu tertekan jika ada permintaan untuk menyanyi diatas panggung atau didepan kelas. Selain saya tidak punya bakat menyanyi (Zeze Vavai akan memilih untuk tertidur pulas jika saya mulai menyanyi, hehehe…), entah mengapa saya selalu down kalau berdiri didepan orang banyak, apalagi jika berdiri diatas panggung.
Saat acara panggung hiburan kenaikan kelas sewaktu saya kelas 4 SD, saya ikut bermain dalam sebuah acara drama komedi. Drama tersebut menguras tawa penonton bukan karena kelucuan dialognya, melainkan karena saya salah tingkah diatas panggung. Baru saya naik saja penonton sudah tertawa terbahak-bahak. Lha, memangnya wajah saya wajah yang patut ditertawakan. Cukup ganteng kok, hihihi… Alhasil, drama tersebut jadi berantakan karena saya lupa total dialog yang sudah capek-capek saya hapalkan.
Sewaktu SMP, saya tertekan karena disaat teman-teman sudah bicara soal film-film di RCTI (waktu itu TV swasta pertama dan satu-satunya, baru beredar di Jakarta dan sekitarnya, mesti pakai antena khusus / decoder untuk menerimanya), saya hanya diam saja karena saya memang tidak punya TV yang bisa menangkap sinyal RCTI. Sedih amat ya
. Disaat teman-teman bicara soal Mac Gyver (itu nama Muhammad Rivai Andargini, Andargini-nya diambil dari Anderson, Richard Dean Anderson si Mac Gyver) atau Air Wolf atau Knight Rider, saya hanya asyik mendengarkan karena saya tidak punya bahan untuk diceritakan. Kadang saya mengungsi kerumah family yang memiliki TV yang dapat menangkap sinyal RCTI untuk menonton film favorit tersebut agar memiliki bahan untuk diceritakan.
Ketika SMP pula (saya bersekolah di SMPN 1 Tambun – Bekasi), guru fisika saya mengatakan sesuatu yang melukai hati saya dan membuat saya tidak respek padanya. Nama gurunya saya lupa, tapi orangnya tidak terlalu tinggi, kalau bertemu saya pasti ingat. Sewaktu dia mengajar, dia bercerita soal kabut didalam kulkas. Saya mendengarkan sambil mengangguk-angguk, ingat kulkas di rumah yang memang menghembuskan kabut dingin jika dibuka. Melihat saya mengangguk-angguk, dia berkata, “Vavai, memangnya kamu punya kulkas ?”. Geeer, semua teman saya tertawa tapi saya tidak. Mungkin maksud sang guru sekedar bercanda tapi roman mukanya lebih kepada rasa sangsi bahwa saya punya kulkas. Ada kesan yang sulit ditepis bahwa dia menyepelekan saya…
Saya terluka saat itu, namun saya berketetapan dalam hati bahwa saya akan tunjukkan pada dia bahwa anggapan dia itu salah. Yang jelas, saya tidak pernah akrab pada dia, tidak seperti keakraban saya pada Pak Supringadi guru Bahasa Indonesia yang memberikan support pada saya saat saya menjadi pemred Mading atau Pak Yudhi Syafarman guru Bahasa Inggris (sepertinya ada suatu peristiwa terhadap Pak Yudhi beberapa waktu yang lalu) yang mempercayai saya dalam hal pelajaran bahasa Inggris.
Itu sudah masa lalu. Mungkin orang bisa bilang bahwa saya pendendam padahal memang
. Eh nggak ding. Saya tidak ingin menjadi pendendam. Kalaupun hati saya pernah terluka, itu adalah bagian dari upaya saya menjalani hidup dan belajar untuk dewasa
.
Saat saya SMA, saya menjadi minder kala teman-teman kelas saya asyik dengan dunia band. Rasanya menjadi orang paling kuper sedunia karena saya tidak berbakat pada musik. Saya senang dengan piano atau organ dan pernah beberapa kali menggunakannya tapi kesukaan saya justru bukan itu. Saya lebih suka mata pelajaran eksakta, komputer dan sejenisnya.
Dari sekian pengalaman, satu hal yang menolong saya untuk tetap berdiri dengan kepala tegak adalah sisi akademis saya. Meski tidak selalu rangking 1, saya tidak pernah lewat dari 5 besar dari SD hingga SMA. Sewaktu SMP saya tidak pernah lewat dari posisi 1-2-3 dan sewaktu SMA saya malah sempat menjadi juara umum kedua untuk kelas IPA (Fisika / A1). Juara umum kedua di kelas Fisika ini membanggakan karena sama artinya menjadi juara 1 dikelas lain
.
Selepas SMA dan sering main keberbagai tempat (Hiking), barulah saya menyadari bahwa orang tidak perlu menjadi bunglon untuk bisa sukses dan untuk bisa berhasil. Ada orang yang dilahirkan dengan berbagai kelebihan tapi itu tidak menjamin
MEMBANGUN DISIPLIN DIRI
•November 19, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
MEMBANGUN DISIPLIN DIRI
Jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain. Itu tidak akan menolong. Jika Anda berpikir bahwa Anda lemah, orang lain akan tampak lebih kuat. Sebaliknya, jika Anda berpikir bahwa Anda kuat, orang lain akan tampak lebih lemah. Tidak ada gunanya melakukan hal tersebut. Lihatlah kemampuan Anda sendiri dan bercita-citalah bahwa Anda akan semakin kuat saat Anda melatih diri.
LATAR BELAKANG FILM 2012
•November 19, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
Film ini terinspirasi oleh ide peristiwa hari kiamat global yang bersamaan dengan akhir putaran Kalender Hitungan Panjang Maya pada atau sekitar 12 Desember 2012 (titik balik matahari musim dingin belahan Bumi utara).
Jackson Curtis (John Cusack) adalah seorang ayah yang telah bercerai yang bekerja sampingan sebagai supir limousin dan penulis, sementara bekas istrinya (Amanda Peet) dan anak-anaknya tinggal bersama dengan pacar barunya, Gordon (Thomas McCarthy).
Di kota Tikal suku Maya di Guatemala, korban bunuh diri massal tampaknya mempercayai kalender Maya, yang meramalkan akhir dunia yang bersamaan dengan Kesejajaran Galaktik, yang terjadi pada 21 Desember 2012, tanggal terjadinya titik balik matahari musim dingin di belahan Bumi utara. IHC (Institute for Human Continuity), sebuah organisasi rahasia, menyadari situasi ini dan mulai membangun bahtera besar di bawah Pegunungan Himalaya yang dirancang untuk menghadapi banyak bencana alam untuk menyelamatkan manusia, spesies tertentu, dan harta manusia yang paling berharga ketika kiamat akhirnya terjadi. Ada perdebatan tentang bagaimana dan kapan pemerintah dunia akan memberitahu warga mereka, dan cara memilih orang-orang yang akan diselamatkan dari kiamat ini. Sementara itu, ketika sedang dalam perjalanan siang menuju Yellowstone dengan dua anaknya, Jackson bertemu Charlie Frost (Woody Harrelson), yang membawakan acara radionya sendiri tentang prediksi suku Maya terhadap 21 Desember 2012.
Retakan besar terbentuk di Patahan San Andreas, California, dan meskipun pemerintah meyakinkan segalanya aman, Jackson tidak yakin. Menyewa pesawat pribadi dan memperoleh barang-barang darurat, ia pergi ke rumah Kate di L.A. untuk menyelamatkan keluarganya dan Gordon dari gempa bumi karena perpindahan kulit Bumi. Jackson dengan cepat mengumpulkan keluarganya, dan setelah perjalanan yang panjang dan berbahaya dengan jalan-jalan yang runtuh menuju Bandar Udara Santa Monica, pacar baru Amanda, Gordon menggunakan kemampuan terbangnya untuk menyelamatkan keluarga ini. Deluruh kota Los Angeles yang runtuh mulai tenggelam ke Samudera Pasifik. Ketika pesawat semakin kekurangan bahan bakar, kelompok ini melihat kemungkinan mendarat di Wyoming. Jackson memanfaatkan kesempatan ini untuk bertemu Charlie. Menentang keinginan Kate, Jackson dan Lily pergi mencari Charlie, meskipun menemukan vannya kosong. Melalui radio, Charlie memberitahukan pendengarnya bahwa ia telah pergi ke pegunungan untuk menyaksikan kiamat. Jackson mengambil van tersebut untuk menyelamatkan Charlie, tapi Charlie menolak pergi. Ketika Jackson dan Lily melarikan diri dari gunung api yang meletus, Charlie menyebutkan sebuah peta di van yang akan memperlihatkan rute lari. Jackson dan Lily pergi kembali ke pesawat melewati hujan batu lava. Setelah tiba, Lily lari ke pesawat, tapi Jackson tetap di van untuk mencari peta tersebut, dan itu terlalu lama. Ketika tanah terbuka, van itu jatuh ke sebuah celah. Keluarga Jackson ketakutan, tapi harus pergi. Jackson memegang pinggiran, dan berlari ke pesawat ketika tanah di belakangnya terus runtuh. Ia cukup cepat memasuki pesawat.
Semakin jelas bahwa tidak hanya California yang mengalami bencana: Gunung Api Super Yellowstone meletus; gempa besar terjadi di Amerika Selatan; Washington, D.C. dibanjiri oleh tsunami dan USS John F. Kennedy menghancurkan Gedung Putih; dan St. Peter’s Basilica di Roma runtuh, menewaskan ribuan orang. Tsunami lain menghantam New York City, menenggelamkan Patung Liberty. Pemerintah AS akhirnya mengumumkan akhir dunia. Jackson dan keluarganya harus mencari jalan ke Cina untuk menaiki kapal besar, karena pesawat kecil mereka tak mampu melakukan perjalanan ini. Ketika mereka mencari pesawat baru, semuanya dipenuhi penumpang. Tetapi, Gordon bergantung pada salah satu klien lamanya, Tamara (Beatrice Rosen). Ia bersama dengan milyuner Rusia, Yuri Karpov (Zlatko Buric). Keluarga ini mengetahui bahwa Yuri telah membawa pesawat untuk kabur ke Cina. Jackson meminta untuk memperbolehkan keluarganya, tapi Yuri menolak. Tetapi, pilotnya, Sasha (Johann Urb) memberitahu bahwa ia membutuhkan seorang kopilotdan Jackson mengatakan Gordon adalah pilot terlatih. Sehingga, kelompok ini akhirnya menaiki pesawat tersebut sementara bandara hancur oleh gempa bumi.
Ketika mereka ada di udara, Sasha sadar bahwa pesawat ini tidak memiliki bahan bakar cukup untuk terbang ke Cina. Ia memberitahu Gordon, dan mereka setuju untuk mendarat di air. Sasha kemudian mengetahui bahwa mereka tidak lagi di atas lautan: kulit Bumi telah berpindah ribuan mil dan mereka mengarah ke Pegunungan Himalaya. Mengetahui resiko mendaratkan pesawat di atas salju, Sasha mengatakan pada penumpang untuk pergi ke penyimpanan kargo dan banyak mobil disimpan di sana, sementara ia dan Gordon mempertahankan kontrol dan membuka pintu kargo dari kokpit. Rencana mereka ialah mengeluarkan mobil tersebut dari penyimpanan kargo. Gordon harus meninggalkan Sasha dan berlari ke mobil tepat waktunya. Sasha mendaratkan pesawat di sebuah jurang, yang kemudian runtuh. Anggota kelompok lainnya mendarat selamat. Tamara menangis dan meminta agar mereka kembali untuk mencari Sasha. Sebelum mereka bertindak, helikopter Cina yang mengangkut hewan besar terbang di atas mereka. Satu helikopter mendarat, meskipun kelompok ini tahu bahwa mereka harus bayar untuk menaikinya. Yuri membayar untuk dirinya dan putranya, tapi menolak membayar untuk orang lain. Sebelum masuk helikopter, ia berkata pada Tamara bahwa ia tahu hubungannya dengan Sasha.
Kelompok ini tak memiliki pilihan kecuali jalan melintasi pegunungan untuk mencari kelompok lain. Sebuah mobil lewat, Jackson melempar batu ke arahnya. Mobil berbalik dan penumpang membolehkan mereka naik. Di dalamnya terdapat seorang biarawan Buddha, Nima (Osric Chau), dan neneknya (Lisa Lu). Mereka pergi untuk bertemu dengan saudara Nima, Tenzin (Chin Han), yang punya rencana untuk menyelinap ke kapal besar itu.
Setelah tiba, Tenzin marah. Ia mengatakan pada Nima bahwa rencananya tidak dapat melibatkan banyak orang, dan orang lain tidak bisa diikutkan bergabung. Jackson dan Kate memaksa pada Tenzin bahwa mereka membawa anak-anak. Setelah perdebatan panjang, Tenzin membolehkan seluruh kelompok bergabung.
Jackson dan keluarganya berusaha menyelinap ke kapal itu dengan bantuan Tenzin. Carl Anheuser (Oliver Platt), Kepala Staf Presiden kemudian memerintahkan agar gerbang kapal ditutup, sementara suplai belum cukup. Ketika gerbang ditutup, kaki Tenzin hancur dan Gordon tewas. Dr.Adrian Helmsley,penasihat ilmiah Presiden (Chiwetel Ejiofor), kaget dan memutuskan gerbang dibuka untuk korban selamat yang tersisa. Roda sebuah gerbang di kapal tersebut macet dan tak mau menutup, sehingga gerbang setengah terbuka. Mesin kapal tak bisa dinyalakan kecuali gerbang ditutup. Ketika tsunami menghantam kapal, sebuah struktur penopang utama patah, dan kapal mengapung menuju Gunung Everest. Jackson dan Noah berusaha memperbaiki roda kapal dan gerbang pun tertutup. Mesin dinyalakan kembali untuk menghindari tabrakan dengan gunung. Kapal menabrak Gunung Everest, tapi mengalami sedikit kerusakan. Ketika banjir menyurut, kapten kapal memutuskan Tanjung Harapan Baik di Afrika Selatan sebagai tanah baru yang cocok bagi korban selamat.
DISIPLIN TANPA ADA KERESAHAN
•November 19, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar
Kebanyakan orang menginginkan kedisiplinan terutama dalam pengaturan waktu, tak jarang khususnya bagi kaula muda yang berada dalam frase tingkat pengangguran menengah kebawah. kita melihat ada banyak sekali yang merasa resah karena tidak bisanya mereka mengatur waktu untuk mendapatkan apa yang diinginkan. tak heran jika mereka cenderung memiliki perilaku kurang etik. ada hal lain untuk dapat mencegah hal itu, seperti mewadahi apa yang mereka sukai. kenyataan membuktikan bahwa adanya sarana penyaluran hobby dapat membantu pengurangan tingkat kelakuan yang tidak begitu wajar.
ada baiknya kita tidak membebani mereka dengan pandangan penilaian sebelah mata, mereka sebenarnya sangat membutuhkan perhatian. jika dari pihak keluarga mereka tidak mampu memfasilitasi mereka, maka ada baiknya kita yang memiliki kelebihan waktu dan kemampuan untuk berpartisipasi memberikan sedikit fasilitas. kita rasa tidak ada yang perlu diresahkan lagi. dan mereka akan menjalankan hidup mereka dengan disiplin tanpa ada keresahan. marilah kita bersama-sama melakukan pengurangan tingkat pengangguran, walaupun dengan cara yang berbeda, namun pada intinya tetap bertujuan pada perhatian mengurangi beban moral pemuda bangsa..
CURHAT….
•November 12, 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarHy…pernah ga lo ngerasain indah’a jatuh cinta?? pasti pernah kan…,,
nah dsni gw mo ngupas tentang hubungan yang putus nyambung-putus nyambung…cie…udah kya rumah telat bayar listrik PLN..,
Normal ga ya hub kya gt?? klo menurut gw itu normal-normal aja…tergantung dr gmn kita ngejalanin’a aja. pada moment tertentu mungkin ada beberapa persepsi dari pasangan kita yg berbeda..,nah buat para cowo nih…,klo posisi lo ada pada hal perbedaan persepsi lebih baik lo ngalah aja deh, drpd berlanjut missing..ya ga..,nah klo bwt para cewe..,baik’a liat arah pembicaraan dulu aja sebelum mengambil kesimpulan, siapa tau cowo lo pny pandangan yg baik bwt hubungan kalian…,or pendapat apa aja…yg pasti’a menurut cowo lo itu adalah suatu hal yg fantastis.
nah klo udah sering terulang gmn??
secara logika sebenar’a itu udah ga wajar…, tp kenyataan ngebuktiin klo itu adalah emosi yg terungkap tp bkn pd tmpat’a…,perhatiin deh dari stiap kejadian yg bikin hub kalian TUSBUNG melulu…pst terjadi pd masalah yg serupa jg kan?? baik’a dr salah satu diantara kalian harus ada yg sadar n flashback..n buru2 tuh instropeksi missing’a…,pst ketemu deh titik permasalahan’a. yg penting jangan keduadua’a sama2 emosi…
Hello world!
•November 10, 2009 • 4 KomentarWelcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
